D’Modifest 2026, Jateng Siapkan Fesyen Muslim Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

 

Portalindonews.com =
SEMARANG / JAWA TENGAH – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengarahkan produk fesyen dan kuliner halal sebagai bagian dari strategi untuk menumbuhkan ekonomi daerah. Salah satunya melalui gelaran Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026, yang mendorong sektor UMKM fesyen muslim agar naik kelas hingga pasar internasional.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bukan sekadar program rutin, melainkan kebutuhan untuk menumbuhkan perekonomian baru.

“Kita ini kuat karena UMKM. Waktu krisis moneter dan pandemi, yang menopang ekonomi ya pelaku usaha kecil dan menengah. Maka mereka harus kita dorong terus,” ucapnya saat membuka acara D’Modifest 2026 di Atrium The Park Mall, Kota Semarang pada Jumat, 27 Februari 2026

Menurutnya, Jawa Tengah tidak kekurangan orang-orang bertalenta. Sejak tahun 2017, sejumlah desainer daerah sudah tampil di panggung internasional. Pada 2022, desainer asal Purbalingga pun kembali menembus pasar luar negeri. Bahkan, SMK dan pondok pesantren di Jateng, seperti SMK NU Banat Kudus pernah tampil di Eropa dan Rusia.

Tak hanya itu, fenomena kampung desainer yang melayani pesanan ekspor dari rumah juga menjadi bukti daya saing Jateng tak kalah dari daerah maupun negara lain.

“Orangnya di rumah, tetapi order dari luar negeri. Artinya potensinya nyata, tinggal kita perkuat ekosistemnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wagub juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas daerah. Contoh yang sudah terlaksana adalah tenun dari Klaten yang dipadukan dengan teknik pewarnaan dari Pekalongan dan desain dari Grobogan. Model produksi kolaboratif ini dinilai menjadi kekuatan baru bagi industri kreatif Jateng.

Ia menyebut nama Dian Pelangi, salah seorang desainer dari Pekalongan, sebagai salah satu ikon yang membuktikan bahwa fesyen muslim bisa menembus pasar global. Bahkan, tren busana muslim bukan lagi musiman, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

D’Modifest 2026 menghadirkan sekitar 50 stan yang memadukan produk fesyen dan kuliner. Bagi Pemprov Jateng, festival ini menjadi langkah awal menuju tahun 2027, yang menetapkan sektor pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi halal berbasis syariah, sebagai prioritas utama pembangunan/

“Di tahun ini, insya Allah akan kita gelar (event) tingkat nasional dan kita undang juga tamu-tamu dari berbagai negara,” ujarnya.

Wagub menyampaikan, konsep wisata tidak hanya terbatas pada destinasi alam, seperti Dieng atau Bandungan, tetapi industri kreatif dan sentra UMKM juga harus bisa menjadi bagian dari destinasi wisata.

“Kita tawarkan bukan hanya tempat wisatanya, tetapi juga sentra industrinya. Wisatawan datang, belanja produk lokal, lihat proses produksinya. Itu juga wisata,” jelasnya.

Bahkan, strategi promosi tersebut sudah dibawa dalam kerja sama sister province ke Cina, Jepang, dan Australia, dengan menawarkan potensi industri kreatif sebagai daya tarik investasi dan perdagangan di Jateng.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, memaparkan bahwa kekuatan Jateng terletak pada skala dan ekosistemnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT)-UMKM 2025, Jateng memiliki 4,45 juta unit UMKM. Angka ini menjadi yang terbesar ketiga di Indonesia, setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Selain itu, jumlah UKM binaan Pemprov meningkat dari 167.391 unit pada tahun 2020 menjadi 198.780 unit pada 2025.

“Dengan ekosistem kreatif yang kuat, Jawa Tengah optimistis (mampu) menembus pasar ekspor, minimal ke negara tetangga, seperti Malaysia, yang menjadi salah satu pengimpor busana muslim terbesar,” ucap Ka Dekranasda Jateng.

Tak hanya itu, capaian konkret terlihat dalam ajang INACRAFT, pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara yang digelar pada 4–8 Februari 2026 di JICC Jakarta. Sebanyak 22 stan asal Jawa Tengah mencatat total transaksi sebesar Rp820.904.550, yang terdiri dari ritel Rp630.334.550 dan pesanan Rp190.570.000.

Ka Dekranasda mengatakan, capaian tersebut membuktikan bahwa produk UMKM Jateng memiliki daya saing nasional dan potensi ekspor yang sangat besar.

Sebagai informasi, D’Modifest 2026 digelar dari tanggal 27 Februari–1 Maret 2026 di Atrium The Park Mall Semarang.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Jateng dan Dekranasda tidak sekadar menggelar festival Ramadan, tetapi berupaya membangun fondasi agar fesyen muslim dan ekonomi halal benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Red / Tio
Dok-@(Humas Jateng)

About Rhamdan Portalindonews

Check Also

Jembatan Gantung Desa Jati Mulia Kembali Normal, Akses Antar Dusun Pulih

Jembatan Gantung Desa Jati Mulia Kembali Normal, Akses Antar Dusun Pulih   Portalindo.co.id = BATU …