Portalindonews.com =. PAPUA, tniad.mil.id – Prajurit TNI yang tergabung dalam Koops TNI Papua kembali menunjukkan profesionalisme dan ketegasan dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Dalam operasi terbaru, TNI berhasil melumpuhkan seorang DPO KKB yang disebut sebagai salah satu pentolan kelompok tersebut, sekaligus melaksanakan misi kemanusiaan dengan mengevakuasi warga terdampak gangguan keamanan.
Dalam operasi patroli keamanan di Nabire, Papua Tengah, Minggu (15/3/2026), Tim Koops TNI Papua terlibat kontak tembak dengan dua anggota kelompok TPNPB-OPM yang kedapatan membawa senjata api. Setelah dilakukan pengejaran, satu orang pelaku berhasil dilumpuhkan dan ditemukan tewas di lokasi atas nama Hurbianus (Urbianus) Mirip.
Berdasarkan data aparat, yang bersangkutan merupakan DPO sejak tahun 2025 dan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua. Dalam pernyataan yang beredar dari pihak KKB, pimpinan kelompok Kodap III, Aibon Kogoya, menyebut bahwa sosok yang tewas tersebut adalah “Brigjen Urbianus Mirip” yang gugur dalam kontak tembak di Kampung Pepaya, Nabire.
Penyematan pangkat “Brigjen” oleh kelompok tersebut merupakan struktur internal organisasi TPNPB-OPM dan tidak berkaitan dengan struktur resmi militer negara. Namun demikian, klaim tersebut mengindikasikan bahwa yang bersangkutan memiliki peran penting dalam jaringan kelompok bersenjata tersebut.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa setiap tindakan TNI dilakukan secara terukur, profesional, dan berdasarkan prosedur tetap, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna meminimalisir risiko terhadap masyarakat sipil.
Di sisi lain, komitmen TNI tidak hanya ditunjukkan melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui operasi kemanusiaan. Pada Selasa (17/3/2026), di Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, tim patroli gabungan Koops TNI Papua bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi 21 warga pengungsi dari Dusun Topo, Kampung Ainesra.
Para warga tersebut sebelumnya mengungsi ke hutan perbatasan akibat gangguan keamanan oleh kelompok TPNPB-OPM. Tim gabungan bergerak cepat menuju lokasi dan mengevakuasi seluruh warga ke Pos Komando Taktis Koops TNI Papua dalam kondisi aman.
Setibanya di lokasi penampungan, para pengungsi langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta pendataan identitas guna memastikan kondisi dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Proses evakuasi berjalan tertib dan lancar, mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa TNI akan terus bertindak tegas terhadap setiap ancaman keamanan. “Ini demi menjaga kedaulatan dan melindungi masyarakat, dengan pendekatan tegas yang tetap mengedepankan upaya membangun stabilitas, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa untuk sementara waktu para pengungsi ditempatkan di Distrik Aifat, sambil menunggu koordinasi lanjutan terkait pemulangan ke daerah asal, khususnya bagi warga dari Kabupaten Teluk Bintuni. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah lanjutan melalui pemenuhan kebutuhan dasar serta koordinasi lintas wilayah.
Keberhasilan operasi ini semakin menegaskan bahwa TNI tidak hanya hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat melalui pendekatan yang tegas sekaligus humanis di wilayah Papua.
Red **
(Dispenad)
PORTALINDONEWS AKTUAL – BERIMBANG