Portalindonews.com =
SEMARANG – JAWA TENGAH – Sebagai gebrakan awal tahun baru, Yayasan Pendidikan Abana menggelar kegiatan khusus bertema detoks digital untuk mengantisipasi dan mengurangi kecanduan gadget pada anak-anak, khususnya usia dini. Kegiatan yang diadakan di kompleks yayasan di Semarang ini dianggap sebagai langkah penting dan relevan mengingat semakin meningkatnya penggunaan teknologi digital di kalangan generasi muda, yang jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif,25/1/25.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Abana, Heni Setyowati, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan dunia digital saat ini memang tidak dapat dihindari dan memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak. Namun, ia menekankan bahwa pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar mereka dapat menggunakan teknologi dengan cara yang benar dan tidak terjerumus ke dalam kecanduan yang berlebihan.
“Kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan dan peluang bagi anak-anak untuk belajar dan berinteraksi dengan dunia luar. Namun, tanpa pengawasan yang ekstra, anak-anak bisa saja terjebak dalam penggunaan gadget yang tidak terkendali, yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik mereka seperti gangguan penglihatan, masalah postur tubuh, serta kesehatan mental seperti kurangnya kemampuan berkomunikasi secara langsung dan munculnya gejala kecemasan,” ujar Heni.
Dalam acara yang dihadiri oleh puluhan orang tua dan wali murid, serta beberapa tokoh masyarakat dari wilayah Semarang, Heni juga menghimbau seluruh peserta untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda kecanduan gadget pada anak-anak. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain anak menjadi sulit untuk melepaskan diri dari gadget, menunjukkan perilaku marah atau cemas ketika tidak dapat mengaksesnya, serta mengabaikan aktivitas lain seperti bermain luar ruangan, belajar, atau berinteraksi dengan keluarga dan teman sebaya.
Selain penyampaian materi oleh tim ahli dari yayasan, kegiatan ini juga menyajikan berbagai sesi praktis yang dapat dilakukan oleh orang tua di rumah untuk membantu anak-anak melakukan detoks digital secara lembut. Di antaranya adalah dengan membuat jadwal penggunaan gadget yang jelas dan konsisten, mengajak anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas kreatif seperti menggambar, menyanyi, atau bermain permainan tradisional, serta menjadi contoh yang baik dengan mengurangi penggunaan gadget di depan anak-anak.
“Kami menyadari bahwa mengurangi kecanduan gadget tidak dapat dilakukan secara paksa atau tiba-tiba, karena hal itu dapat menyebabkan resistensi pada anak-anak. Oleh karena itu, pendekatan yang lembut dan bertahap sangat penting untuk membantu mereka beradaptasi dan menemukan kesenangan dalam aktivitas lain yang lebih bermanfaat,” jelas salah satu narasumber dalam acara tersebut.
Heni Setyowati menambahkan bahwa Yayasan Pendidikan Abana berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkala. Selain itu, yayasan juga siap untuk menjadi tempat yang ramah dan mendukung bagi generasi muda, khususnya anak-anak usia dini, dengan menyediakan berbagai fasilitas dan program pembelajaran yang fokus pada pengembangan potensi mereka secara menyeluruh, bukan hanya melalui teknologi digital.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada orang tua dan masyarakat tentang pentingnya mengelola penggunaan gadget pada anak-anak. Semoga langkah kecil yang kami lakukan ini dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan mampu menggunakan teknologi dengan bijak,” pungkas Heni dengan penuh harapan.
Red/Tio
PORTALINDONEWS AKTUAL – BERIMBANG