Portalindonews.com //
KODAM JAYA, TANGERANG — Selama ini, ratusan kepala keluarga di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, hidup dengan akses yang serba terbatas. Jalur penghubung antarwilayah sempit. Mobilitas tersendat. Kini, situasi itu perlahan berubah.
Pembangunan jembatan di Jalan Gorong-gorong, yang menghubungkan Kelurahan Panunggangan Utara dan Panunggangan Timur, telah mencapai 94 persen. Angka itu bukan sekadar capaian teknis. Di baliknya, ada harapan baru bagi sekitar 500 kepala keluarga yang selama ini bergantung pada akses seadanya.
Jembatan beton sepanjang delapan meter dengan lebar dua meter itu berdiri di atas aliran sungai kecil yang selama ini menjadi batas fisik dua wilayah. Sebelumnya, warga harus melewati jalur sempit dengan kondisi terbatas. Tidak semua kendaraan bisa melintas. Aktivitas harian pun sering terhambat.
Kini, struktur utama jembatan telah rampung. Pondasi, turap, hingga pemasangan besi penopang selesai dikerjakan. Pengecoran badan jembatan juga telah tuntas. Yang tersisa adalah pekerjaan akhir, pengacian, pengecatan, dan perapihan jalan di sisi jembatan.
Percepatan pembangunan ini tidak lepas dari peran personel TNI dari Kodim 0506/Tangerang yang terlibat langsung di lapangan. Sebanyak 10 personel dikerahkan untuk mendukung pengerjaan bersama tenaga tukang, unsur PUPR Kota Tangerang, serta warga setempat. Kehadiran aparat di lokasi bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga memberi dorongan moral bagi masyarakat.
Warga mulai merasakan perubahan, bahkan sebelum jembatan sepenuhnya selesai. Mereka melihat langsung bagaimana pembangunan berjalan dari hari ke hari. Aktivitas personel TNI yang turun tangan di lapangan menjadi perhatian tersendiri.
“Sekarang sudah kelihatan bentuknya. Dulu susah lewat sini, apalagi kalau bawa barang,” ujar salah satu warga di sekitar lokasi.
Bagi warga, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik. Ini tentang kemudahan akses yang selama ini dinantikan. Jalur yang sebelumnya sempit dan terbatas perlahan berubah menjadi penghubung yang lebih layak.
Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Akses jalan di kedua sisi jembatan masih dalam tahap penyempurnaan. Tanpa perapihan yang optimal, fungsi jembatan belum akan terasa maksimal. Warga pun masih menunggu tahap akhir itu benar-benar dituntaskan.
Selama bertahun-tahun, keterbatasan akses menjadi persoalan yang diam-diam membatasi ruang gerak warga. Aktivitas ekonomi tersendat. Mobilitas anak sekolah dan pekerja tidak selalu mudah. Kini, harapan itu mulai terlihat nyata.
Pembangunan hampir rampung. Jembatan sudah berdiri. Tinggal menunggu sentuhan akhir, agar penghubung ini benar-benar membuka jalan baru bagi kehidupan warga yang selama ini terpisah.
Red **
Sumber Kodim 0506/Tangerang
PORTALINDONEWS AKTUAL – BERIMBANG